Rabu, 12 Juni 2013

Perubahan Kurikulum 2013


Hay guys... Kalian tahu gak sih kalau kurikulum pembelajaran di Indonesia kita ini mau di ganti? Kaget ya? Kita kasih tau ya.. Jadi perubahan kurikulum tersebut merupakan program besar Kemdikbud (Kementrian Pendidikan dan Budaya) yang dimulai sejak 2010 kemarin, perubahan ini gak cuma main–main lho temen-temen, ini perlu persiapan yang sangat matang juga temen-temen, dan juga perlu diuji coba dulu di publik. Uji publik akan dilakukan lewat kunjungan atau roadshow ke lima kota besar dan 33 kabupaten/kota di Indonesia. Berbagai fase harus dilewati oleh kurikulum baru ini untuk memperoleh kesempurnaan saat diterapkan pada bulan Juni 2013 nanti. Uji publik ini ada dua pendekatan, yaitu pendekatan secara langsung dan pendekatan secara online.Temen-temen tahu gak yang dimaksud lansung dan online itu gimana? Bener... Dalam pendekatan secara langsung, pihak yang dilibatkan adalah guru, praktisi pendidikan, pengamat pendidikan, ahli pendidikan, anggota DPR, anggota DPRD, kepala dinas pendidikan, tim narasumber wapres, tim inti, serta unsur Kemendikbud dan unsur Kemenag.Wow banyak banget ya... Kalo pendekatan secara online, pasti kalian udah tahu kan? Yakni lewat web-web seperti http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih dalem lagi tentang kurikulum 2013 buka saja di web tersebut, buat temen-temen yang kurang setuju, boleh juga ngasih opini lewat web tersebut. Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, menyebutkan, konsep pengembangan kurikulum pada tingkat nasional dilakukan dengan menyusun kurikulum, panduan pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran, serta model teks buku pelajaran. Menurut dia, kurikulum tahun depan akan mengarahkan para siswa pada observasi dan pembuatan laporan dalam setiap mata pelajaran. Dalam buku, akan diberikan tuntunan untuk proses pembelajaran seperti itu.
Ada juga pola pengadaan buku pelajaran untuk siswa. Katanya sii, berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Kali ini pemerintah menyiapkan buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru untuk setiap mata pelajaran yang didistribusikan ke sekolah-sekolah. Buku-buku pelajaran akan diberikan secara gratis kepada guru dan siswa. Jadi buat temen-temen gak usah bingung lagi untuk cari buku panduan, tidak usah foto copy lagi, nggak perlu ambil punya temen lagi, dan nggak perlu minjem kakak kelas lagi, hehehe.
                                                                                                                  
Pasti teman-teman bosen kan sama kurikulum yang kemarin? sudah banyak mata pelajarannya, gak bisa fokus, belum juga ditambah dengan kegiatan di asrama, hadeh... Pantes anak Mu’allimin keliatan tua-tua. Hahaha peace.
            Dalam kurikulum yang baru ini akan memangkas beberapa mata pelajaran, sehingga kita bisa lebih maximal lagi dalam belajar dan gak buat kita senep lagi liat jadwal pelajaran.
Wamendikbud bidang kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan, “Kurikulum yang sedang dalam penyusunan tersebut diharapkan akan memberikan perubahan pada model pembelajaran yang memberikan ruang gerak bagi siswa untuk berekspresi seluas-luasnya.
Pembangunan karakter sebagai sentral dari pendidikan nasional akan disinergikan dengan kebudayaan untuk menyebarkan virus pembangunan karakter, dan targetnya bukan hanya peserta didik tetapi juga guru dan masyarakat luas yang diwakili oleh komunitas-komunitas, seperti seniman dan budayawan dan sebagainya.”
Kemdikbud saat ini telah membentuk dua tim, yakni tim pertama bertugas menyusun kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Adapun tim kedua bertugas menyusun kurikulum pendidikan tinggi.
Tim penyusun juga mengevaluasi kurikulum yang berlaku saat ini, seperti soal banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari siswa, jam sekolah, hingga mencari penyebab mengapa sering terjadi tawuran siswa, rendahnya kemampuan siswa dalam berbahasa asing, serta berbagai persoalan lain.
            Dalam kurikulum yang baru ini pemerintah lebih memfokuskan di karakter siswa agar negara kita ini tidak lagi banyak para koruptor yang merugikan warga negara kita, seperti para pelajar yang sering tawuran, bertindak kriminal, dll. Kalian tahu gak sih kalau mencontek itu langkah awal menjadi koruptor? Maka dari itu, siapa lagi yang akan memusnahkan para koruptor di Indonesia ini, kalau bukan anak-anak Mu’allimin.. Bukan hanya karakter mencontek saja yang akan dihilangkan tetapi masih banyak lagi karakter jelek yang perlu dirubah, seperti yang udah disebutin di atas tadi.
            Di kurikulum baru ini, mapel (mata pelajaran) bahasa inggris juga akan dihapuskan di Sekolah Dasar lho. Jangan kaget dulu dong... Ada dampak positifnya juga lho di sini. Kenapa coba bahasa inggris dihapuskan di Sekolah Dasar? Bener... Karena untuk memberi waktu kepada para siswa dalam memperkuat kemampuan bahasa indonesia sebelum mempelajari bahasa asing..
Coba deh kita pikir bareng-bareng, anak SD saja pada belum tau tentang negaranya sendiri  baik dari segi bahasa maupun sejarah Indonesia sendiri, masak sudah diajarin bahasa asing? Kasihankan?! Tapi, kurikulum untuk siswa SD ini akan dipadatkan hanya enam mata pelajaran, yaitu pendidikan agama, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, bahasa indonesia, matematika, seni budaya, serta pendidikan jasmani dan kesehatan. Namun, ini baru disepakati untuk siswa kelas 1-3 saja, sedangkan kelas 4-6 masih didiskusikan lagi, mungkin beberapa tahun lagi sudah merata dari kelas 1-6.
                Eh temen-temen... Untuk kurikulum baru ini, Muhammadiyah mendukung sepenuhnya lho, bukan hanya Muhammadiyah saja yang mendukung kurikulum ini, tapi NU juga lho... Keren kan?! Kurikulum yang baru ini bukanlah kurikulum biasa, makanya Muhammadiyah dan NU bergabung dan tak bisa dikalahkan... Hehehe.
            Oh iya... Muhammadiyah kan sudah masuk abad ke-2 nih, jadi Muhammadiyah berkomitmen kuat untuk menjadi kiblat bangsa dalam berkiprah membangun Indonesia yang maju, adil, makmur, bersatu, bermartabat, dan berdaulat.
            Temen-temen  tau kan ketua PP Muhammadiyah? Bener...Bukan anak Mu’allimin kalau gak tau ketua PP Muhammdiyah, ya gak? Nah, Menurut Pak Din Syamsuddin, jalan yang sedang ditempuh Kemendikbud (Mementrian Pendidikan dan Budaya) sejalan dengan yang diperjuangkan Muhammadiyah. “Perubahan untuk menjadi yang lebih baik, seperti halnya perubahan kurikulum 2013 sejalan dengan visi dan misi Muhammadiyah. Karena itu, Muhammadiyah bukan hanya mendukung sepenuhnya, tapi kami selaku Muhammadiyah juga akan ikut mengawali untuk menggelar pelatihan bagi guru-guru di sekolah Muhammadiyah,” ujar Pak Din sendiri, ini cius lho.
            Dan Muhammadiyah pun mempersiapkan kader-kadernya untuk melanjutkan eksistensi organisasi ini, terutama di bidang kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi. Para santri Mu’allimin pasti siap kan untuk membesarkan Muhammadiyah ke seluruh penjuru dunia? Siipp dah... Itu baru kader Mu’allimin yang okey.
           

Semoga saja kurikulum 2013 ini bener-bener dapat memperbaiki negara kita menjadi lebih baik, baik perorangan maupun sistem dan para pemimpinnya ya. Amin... Sukses buat kurikulum 2013 yang akan dilakukan di bulan Juli besok. Tetap semangat buat anak-anak  Mu’allimin untuk menyambut kurikulum baru ya... Okey... ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar